INSTITUT ATSIRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Ditulis pada tanggal 21 Januari 2016, oleh admin

PROGRAM KERJA PUREAA UB

 

  1. Latar Belakang

Penetapan PUREAA sebagai pusat unggulan IPTEK (PUI) Atsiri sangat diperlukan dalam upaya memperkuat kelembagaan PUREAA untuk meningkatkan daya saing dan sustainability produk Atsiri Indonesia melalui praktek kegiatan hulu (GAP: pembibitan, pengolahan lahan, budidaya, pemanenan), tengah (GMP: penanganan pasca panen, penyulingan) serta hilir (GDP : derivatisasi dan diversifikasi produk atsiri) diikuti sistem informasi pemasaran produk.Penjaminan kuantitas dan kualitas produk supaya mampu bersaing di pasar dunia, memerlukan dukungan IPTEK secara melembaga.

Secara kelembagaan PUREAA perlu memperkuat diri melalui penyempurnaan tatakelola, antara lain: penyusunan program kerja dan SOP.  Disamping itu secara berkelanjutan juga meningkatkan fungsinya dibidang penelitian dan pengembangan, peningkatan sarana dan prasarana riset, action plan serta sistem informasi, serta   penguatan SDM PUREAA serta SDM masyarakat pengguna, dan pembangunan jejaring terhadap stakeholders, antara lain pemerintah daerah, lembaga riset serta asosiasi masyarakat dan industri atsiri.

 

2.     Tujuan Kegiatan

Menjadikan PUREAA UB sebagai Pusat Unggulan dan Rujukan IPTEK dan Entrepreneurship industri pedesaan di bidang pangan dan pertanian, khususnya di bidang agroindustri atsiri.

2.1.Jangka pendek

  1. Penguatan kelembagaan PUREAA berkenaan dengan statusnya sebagai Pusat Unggulan IPTEK Atsiri serta calon Institut Atsiri Universitas Brawijaya
  2. Penguatan tata Kelola seminar Nasional maupun Internasional bertema Atsiri melalui penyelenggaraan maupun keikutsertaan pada konferensi nasional dan Internasional
  3. Melakukan publikasi hasil penelitian melalui pengelolaan jurnal atsiri (Indonesian Journal of Essential Oil and Natural Product) maupun melalui pengiriman naskah ilmiah ke jurnal internasional terakreditasi.
  4. Menyempurnakan ROAD MAP PUREAA,  dan penguatannya melalui penelitian penelitian dan “action plan” sesuai road map PUREAA, (memperoleh bibit unggul tanaman nilam, sereh wangi dan jeruk purut, Mengembangkan sarana dan prasarana untuk meningkatkan efisiensi proses ekstraksi minyak, dan derivatisasi, diversifikasi serta formulasi produk berbasis atsiri berteknologi nano; yang pada kelanjutannya mampu mengembangkan PUI Atsiri dan Institut Atsiri sebagai Taman Sains dan Teknologi Atsiri (STP Atsiri).
  5. Meningkatkan kapasitas SDM PUREAA melalui studi lanjut dan membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk memanfaatkan fasilitas PUI Atsiri bagi pengembangan diri di bidang kepakaran bergelar maupun di bidang usaha proses produksi atsiri
  6. Meningkatkan kerjasama dengan industri-industri berbasis atsiri serta asosiasi atsiri nasional maupun internasional
  7. Penguatan Brand Image PUI Atsiri dan Institut Atsiri yang merupakan embrio STP Atsiri
  8. Melaksanakan keterbukaan informasi melalui website PUREAA yang ter updated

 

2.2.Jangka Panjang

Membangun citra,  daya saing dan sustainability produk atsiri Indonesia di pasar global, melalui pemantapan peran dan fungsi lembaga PUI Atsiri PUREAA UB dalam pendampingan IPTEK atsiri sebagai upaya pemberdayaan SDM penggiat atsiri.

3.     Sasaran dan Hasil Kegiatan

Sasaran dan hasil kegiatan penguatan kelembagaan difokuskan pada 5 program meliputi :

a)     Menguatnya “brand image” PUI Atsiri yang didukung dengan keterbukaan informasi melalui laman PUREAA UB yang terupdated

b)    Menguatnya Tata kelola lembaga PUREAA yang berkenaan dengan statusnya sebagai PUI Atsiri melalui ketersediaan Manual procedure dan Standar Operasional Prosedur (SOP) di masing-masing unit kegiatan

c)     kemampuan menyelenggarakan seminar nasional maupun internasional berbasis atsiri.

d)    Terimplementasinya ROAD MAP atsiri pada kegiatan kegiatan penelitian penelitian PUI atsiri, yang pada kelanjutannya berfungsi sebagai embrio STP Atsiri.

e)     Diperolehnya bibit unggul tanaman nilam dan jeruk purut, meningkatnya metoda dan efisiensi proses produksi dan berkembangnya formula berbagai produk berbasis atsiri dan berteknologi nano.

f)     Meningkatnya SDM PUI atsiri bergelar doctor di bidang atsiri, meningkatnya perolehan penelitian unggulan, jumlah publikasi nasional dan internasional, serta meningkatnya jumlah lulusan S2 dan S3 yang memanfaatkan fasilitas PUI Atsiri .

g)     Meningkatnya kerjasama dengan industri-industri berbasis atsiri yang didasarkan atas adopsi hasil temuan tim peneliti PUREAA.

4.     Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan PUREAA meliputi hilirisasi (komersialisasi) produk-produk berbasis atsiri unggul yang tatakelolanya diatur oleh manual Procedure (MP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta penyelengaraan konferensi nasional / internasional berbasis atsiri dan pengelolaan jurnal atsiri. Ruang lingkup dan waktu pencapaian penguatan kelembagaan disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 1: Ruang lingkup aktivitas PUREAA

No

Objek Kegiatan

Lingkup

Tahun

Indikator Kinerja

I

II

III

1

Kelembagan Organisasi, SDM Adanya struktur organisasi lengkap dengan PIC, tugas dan fungsi serta diskripsi kerjanya
Sekretariat, admin dan keuangan Ada secretariat dan meeting room dengan luasan total minimal 150 m2
Sarana prasarana laboratorium dan action plan
  1. Ada data instrument laboratrium sharing dan MP & SOP pemanfaatannya
  2. Ada data sarana prasarana lapang dengan MP & SOP pemanfaatannya

2

Penguatan tata kelola seminar internasional dan pengelolaan jurnal nasional terakreditasi Tata Kelola riset, konferensi dan publikasi Manual procedure (MP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyelenggaraan konferensi atsiri nasional dan internasional serta pengelolaan jurnal atsiri. (Indonesian Journal of Essential Oil and Natural Products)

3

Penguatan Komersialisasi dan Pemanfaatan Riset Hilirisasi produk MOU dan SPK dengan berbagai stakeholdersAda produk unggulan

4

Pembuatan dan penguatan roadmap penelitian & road map menuju STP Penyempurnaan dan penguatan implementasi ROAD MAP atsiri.
  1. Ada Road map atsiri
  2. Judul judul penelitian sesuai ROAD MAP
  3. Ada proposal STP Atsiri

5

Penguatan brand image dan keterbukaan informasi Penyelenggara dan peserta Konferensi internasional atsiri,
  1. pembicara seminar internasional atsiri
  2. Penyelenggara seminar nasional dan internasional bertema atsiri
keanggotaan asosiasi atsiri, Bukti keanggotaan
Kerjasama dengan stakeholders berbasis atsiri (Pemda, Industri) Ada MOU dan/atau SPK
Updating WEB PUREAA Laman PUREAA UB yang terupdated.

6

Penguatan sumberdaya peneliti dan SDM publikasi ilmiah nasional / internasional, paten dan studi lanjut.
  1. Jurnal, paten, seminar nasional dan internasional
  2. Studi lanjut PhD berbasis Atsiri
Peningkatan SDM atsiri masyarakat luas yang memanfaatkan faslitas PUI Atsiri untuk pencapaian gelar dan proses produksi
  1. SDM PUREAA bergelar Doktor bidang atsiri
  2. Lulusan bergelar S2 dan S3 yang memanfatkan fasilitas PUREAA UB
  3. Persiapan dan terbentuknya STP Atsiri oleh PUI Atsiri
Pelatihan pelatihan dan workshopBimbingan program bergelar berbasis atsiri.
  1. Meningkatnya partisipasi masyarakat petani atsiri
  2. Peningkatan efisiensi proses di industri penyulingan atsiri rakyat

5. Kapasitas Lembaga Saat Ini

5.1.Sourcing Capacity

Periset PUREAA UB berasal dari berbagai Fakultas dan bidang ilmu, seperti pertanian, teknologi pertanian, kimia, teknik kimia, biologi, Ilmu Sosial, Teknik dan Ilmu Informatika. Masing masing periset memiliki tugas pokok dan fungsi dalam bidang pengembangan PUREAA seperti nampak dalam Struktur Organisasi

Teknisi dan tenaga administrasi mempunyai kualifikasi sarjana S1, SMA dan SMP, sebagian merupakan tenaga tetap yang dibiayai dari berbagai sumber dana penelitian anggota PUREAA.

Pengembangan SDM PUREAA dilakukan melalui  berbagai kegiatan, seperti studi lanjut S3, post doctoral, training, seminar, workshop dan kesempatan publikasi dalam forum nasional maupun internasional, sehingga keberadaannya makin bermanfaat dan berdaya guna dan dikenal masyarakat luas baik nasional maupun internasional. Pengembangan SDM masyarakat luas berbasis atsiri untuk memperkuat produksi atsiri nasional dilakukan melalui keterbukaan pemanfaatan sarana dan sarana PUREAA UB oleh masyarakat luas, berbasis MP dan SOP.

Sarana dan prasarana laboratorium kampus yang terkait dengan keilmuan SDM cukup mendukung, karena didukung laboratorium riset dari jurusan Kimia FMIPA, jurusan biologi FMIPA, jurusan Teknik Kimia FT, jurusan Industri Pertanian FTP. Tentunya dengan perkembangan kegiatan, diperlukan pengembangan sarana laboratorium yang lebih spesifik dalam mendukung pengembangan riset dan terapan atsiri.  Berbagai fasilitas pendukung dimiliki oleh Universitas Brawijaya, antara lain adanya laboratorium sentral Ilmu Hayati yang telah tersertifikasi ISO-17025:2005 dan ISO 9001:2008, laboratorium sentral BioSains.

PUREAA juga memiliki laboratorium lapang di dua lokasi yaitu Laboratorium Lapang di Kesamben (yang terdiri atas nursery, unit produksi, unit pelayuan, unit pengkomposan, ruang pelatihan) dan Laboratorium Lapang di PTPN XII Bantaran, Blitar (nursery 600 m2 dan demplot nilam 3 Ha).

5.2. R & D Capacity

SDM PUREAA setiap tahun mendapatkan dana riset dari berbagai sumber, untuk melakukan riset berbasis atsiri mulai dari hulu sampai hilir, antara lain pengembangan bibit unggul, teknik budidaya, teknik panen dan pasca panen, teknologi pengolahan, optimasi proses, rancang bangun peralatan produksi, rancang bangun unit pengolahan, diversifikasi, derivatisasi serta formulai produk. Pemetaan wilayah pengembangan atsiri di Indonesia sedang dan telah dilakukan berbasis IT.

Kerjasama yang terjalin dengan berbagai stakeholder baik dari pihak industri maupun pemerintah pusat dan daerah, di antaranya kerjasama dengan PT. Indesso, PT Djarum Agro, PEMDA Kab. Blitar dan PTPN XII memperlihatkan adanya kapasitas itu.

Saat ini  telah disusun proposal kerjasama riset internasional bidang atsiri dengan NCU (National Central University) Taiwan, telah mendapatkan LOA (letter of Agreement) dan siap diunggah akhir Mei 2016.

Publikasi penelitian dan pengembangan atsiri dilakukan di tingkat nasional maupun internasional. Secara rutin tiap tahun tim peneliti PUREAA aktif baik sebagai peserta maupun sebagai panitia konferensi minyak atsiri yang diselenggarakan oleh Dewan Atisiri Indonesia. Sedangkan di tingkat internasional, tim peneliti PUREAA aktif mengikuti konferensi atsiri AAIC (Asian Aroma Ingredients Conference) yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Selama kurun waktu 3 tahun terakhir, jumlah publikasi PUREAA disajikan dalam Tabel 2.

Tabel 2. Daftar Jumlah Publikasi PUREAA

No

Jenis Publikasi

Tahun

Jumlah Publikasi

1

Jurnal Internasional 2013

1

2014

2

2015

2

2

Jurnal Nasional Terakreditasi 2013

1

2014

1

2015

1

3

Paten 2013

-

2014

1

2015

1*

*diusulkan

5.3.Disseminating Capacity

Hasil riset PUREAA di desiminasikan dalam bentuk seminar, publikasi baik nasional dan internasional serta melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Penting bahwa hasil pengembangan riset PUREAA diadopsi oleh stakeholder baik industri maupun masyarakat berupa teknologi pembibitan dan budidaya, rancang bangun alat suling, formulasi produk berbasis atsiri. Sebagai strategi untuk penetrasi produk ke pasar, PUREAA secara berkelanjutan mengembangkan produk-produk inovatif yang memiliki daya saing dan menyebarluaskan melalui pameran, seminar dan website (www.pureaa.ub.ac.id).

 

6.     Kondisi yang Diinginkan Lembaga

Sebagai  Pusat  Unggulan  IPTEK,  maka  PUREAA diharapkan menjadi salah satu unggulan pencitraan Universitas Brawijaya, yang mampu bertindak sebagai  pendamping  dan  pusat  rujukan  IPTEK Atsiri berbagai  wilayah, khususnya  di  Indonesia  Timur  yang  ingin  mengembangkan  daerahnya  sebagai pusat  penghasil  atsiri  nasional.

Pendampingan  yang  dilakukan  meliputi aspek IPTEK, pembangunan budaya industri  pada masyarakat industri pedesaan  dengan  kesadaran  aspek  legal  yang  akan  membangun  keberlanjutan dan enterpreneuralship produk industri pedesaan.

Penerapan IPTEK ditujukan untuk menghasilkan produk  minyak atsiri  yang memenuhi  semua  dimensi  “customer  values”.  Dengan  kata  lain  optimalisasi  agri supply  chain  management  atau  manajemen  rantai  pasok  atsiri  dan  promosi produk  memainkan  peran  penting.  Beberapa  alternatif  strategi  rancang bangun dan implementasi sistem jejaring usaha yang dapat dikembangkan untuk membangun budaya industri atsiri  rakyat adalah: 1) kerjasama horisontal, dengan mendorong  adanya  kerjasama  dengan  unit  usaha  lain  yang  menempati  posisi sama dalam mata rantai nilai (value chain); 2) integrasi vertikal dengan unit usaha lainnya  maupun  dengan  perusahaan  besar  dalam  mata  rantai  pasokan  (supply chain).  Strategi  rancang  bangun  horisontal  dan  vertikal  agroindustri  atsiri  rakyat tersebut  akan  efektif  untuk  mengatasi  masalah  klasik  struktur  pasar  produk agroindustri  yang  bersifat  oligopsonistik,  memperbaiki  pencitraan  produk  melalui peningkatan kualitas serta daya saing.

Dengan peran sebagai PUI Atsiri diharapkan terjadi penguatan kelembagaan serta tata kelola seminar dan jurnal, penguatan SDM, penguatan Jejaring, penguatan riset atsiri sesuai ROADMAP dan hilirisasinya, serta terjadi penguatan Brand Image dan keterbukaan informasi terkait atsiri.

Pada kelanjutannya PUI Atsiri , yang dalam OTK Universitas Brawijaya ditetapkan sebagai embrio Institut Atsiri, direncanakan mampu mengembangkan Taman Sains dan Teknologi Atsiri sebagai pusat pengembangan suplai chain nasional bidang Atsiri.


7.     Jadual Pelaksanaan Kegiatan Tahun Pertama

No

Objek Kegiatan

Lingkup

Sub Kegiatan

Bulan ke

3 4 5 6 7 8 9 10 11

1

Kelembagan Organisasi, SDMSekretariat, admin dan keuanganSarana prasarana laboratorium dan action plan Workshop dan Penyusunan Standar Operasional Prosedur
Pengiriman pelatihan tenaga administrasi dan operator laboratorium lapang
Workshop content dan struktur data WEB
Optimasi alat penelitian (fraksinasi dan substitusi bh bakar)

2

Penguatan tata kelola seminar internasional dan pengelolaan jurnal nasional terakreditasi Tata Kelola riset, konferensi dan publikasi Workshop penyusunan MP dan SOP tata kelola riset, konferensi dan publikasi
Workshop penyusunan MP dan SOP tata kelolal konferensi internasional
Workshop penyusunan MP dan SOP tata kelola jurnal nasional (Indonesian Journal of Essential Oil and Naturral Product)

3

Penguatan Komersialisasi dan Pemanfaatan Riset Hilirisasi produk
  • operasionalisasi peralatan fraksionasi minyak atsiri
Efisiensi energy suling dg substitusi LPG
Pembuatan software penginderaan citra satelit

4

Pembuatan dan penguatan roadmap penelitian & road map menuju STP Penyempurnaan dan penguatan implementasi ROAD MAP atsiri. Workshop roadmap PUREAA menuju STP
Proposal penelitian ke berbagai sumber dana
Proposal penelitian kerjasama internasional (NCU, Taiwan)
Pelaksanaan penelitian

5

Penguatan brand image dan keterbukaan informasi Penyelenggara dan peserta Konferensi internasional/nasional  atsiri, Steering committee dan Invited Speaker konferensi Internasional AAIC2016 India.
Peserta konferensi nasional Atsiri di Aceh
Keanggotaan aktif asosiasi atsiri, Rapat pengurus dan rapat anggota
Kerjasama dengan stakeholders berbasis atsiri (Pemda, Industri) SPK program kerjasama dg kab. Blitar
Updating WEB PUREAA Web PUREAA ter updated

6

Penguatan sumberdaya peneliti dan SDM
  1. publikasi ilmiah nasional / internasional, paten dan studi lanjut.
  2. Peningkatan SDM atsiri masyarakat luas yang memanfaatkan faslitas PUI Atsiri untuk pencapaian gelar dan proses produksi
  3. Pelatihan pelatihan dan workshop
  4. Bimbingan program bergelar berbasis atsiri.
Studi Lanjut periset PUREAA
Percepatan program doctor periset PUREAA
Draft  paten
Publikasi jurnal nasional/internasional
Surat permohonan pemakaian fasilitas PUREAA utk peserta S1,S2,S3
Workshop dan pelatihan untuk SKPD Pemda Kab. Blitar bertema Atsiri
Dosen program S2, S3 bertema Atsiri

7

Supervisi Pelaksanaan kegiatan supervisi

8

MONEV Pelaksanaan kegiatan moner


8.    Indikator Capaian

Bulan

Uraian Kegiatan

Ukuran Keberhasilan

Target capaian (%)

Realisasi capaian (%),  Mei 2016

B04 Konsolidasi kerjasama dengan industri Ada 1 MOU

65

80
B05 Penyempurnaan WEB PUREAA WEB siap tayang

75

65
Publikasi ilmiah (seminar dan jurnal), paten Makalah, Jurnal, draf pendaftaran paten

100

80
Pembuatan software penginderaan citra satelit Ada software

80

50
Inisiasi  kerjasama riset internasional Ada MOU

20

15
B06  Penyempurnaan Roadmap penelitian Dokumen roadmap penelitian terevisi

80

15
Penjajagan kerjasama nasional Ada 1 SPK

90

55
Mengikuti konferensi internasioanal (AAIC 2016) Sertifikat

100

100
Supervisi dan Monev

100

B07 Workshop dan penyusunan SOP Dokumen SOP

80

0
Pelatihan tenaga teknisi 2 Tenaga trampil

60

0
Penguatan jejaring dengan DAI Keanggotaan DAI

80

30
B08  Optimasi alat penelitian Alat siap operasional

60

0
Transfer IPTEKS ke masyarakat Kegiatan pengabdian masyarakat

70

0
Penginstalan alat fraksinasi penunjang penelitian Alat fraksinasi siap operasional

80

0
Substitusi bahan bakar LPG Bhn bkr LPG on

80

0
B09 Supervisi dan Monev

75

0
B10  Konsolidasi kerjasama dengan industri 1 SPK

50

0
 Penjajagan kerjasama riset nasional Ada 1 SPK

80

60
Publikasi ilmiah (seminar dan jurnal), paten Makalah, Jurnal, draf pendaftaran paten

80

50
 Pameran RITECH Produk berbasis atsiri

80

0
B11 Promosi hasil-hasil  penelitian ke Pemda dan PTPN XII Dokumentasi kegiatan

80

0
Penguatan jejaring dengan DAI Kunjungan DAI

80

0
Supervisi dan Monev

Total

100%

100%

9.     Program Kerja 5 (lima) tahun 

program kerja

Back to top