PUREAA (Pusat Riset dan Enterpreunerial Agroindustri Atsiri) merupakan salah satu pusat unggulan IPTEK Universitas Brawijaya yang berdiri sejak tahun 2011 melalui SK Ketua LPPM UB No 1929/SK/2010. Sejak tahun 2011 PUREAA UB memenangkan program hibah Kompetisi berbasis Institusi (PHKI) tema C, selama 3 tahun,  bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar untuk mengawal dan mengembangkan program-program unggulan daerah kabupaten Blitar yaitu Program PUTRI KENCANA, dimana program JAVA ATSIRI merupakan salah satu produk unggulan kecamatan di kabupaten Blitar. PHKI tersebut mempunyai aktivitas utama mulai GAP (Good Agriculture Practices) yaitu mengembangkan bibit unggul dan budidaya tanaman atsiri, GMP (Good Manufacturing practices) yaitu pengembangan teknologi proses pengolahan pasca panen tanaman atsiri hingga GDP (Good Development Practices) , yaitu melakukan diversifikasi berbagai produk turunan minyak atsiri.  Setelah Kegiatan PHKI berakhir pada tahun 2013, kegiatan terus berlanjut berupa kerjasama PUREAA UB dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar serta Pengembangan penelitian Periorangan dan grup dengan tema Atsiri. Selain itu Universitas Brawijaya mengembangkan program PHK UB, dimana PUREAA UB termasuk salah satu grup riset yang memenangkan kompetisi PHK tema C selama 2 tahun. Tahun 2014 Universitas Brawijaya menyusun Masterplan Teknopark Atsiri dengan dana BOPTN. Di tingkat nasional, anggota PUREAA UB adalah juga anggota DAI (Dewan Atsiri Indonesia), dimana DAI secara teratur tiap tahun menyelenggarakan seminar nasional atsiri, pelatihan pelatihan, serta mengikuti seminar Internasional dua tahunan (tahun 2010 di India, 2012 di Bali, 2014 di Kunming China, tahun 2016 di Delhi India. Anggota PUREAA aktif dalam kepanitiaan maupun sebagai pemakalah dalam kegiatan kegiatan tersebut. Tahun 2015, sejalan dengan reorganisasi LPPM UB, keberadaan PUREAA disahkan lebih lanjut dengan SK Rektor UB No: 165/2015, dengan kegiatan utamanya di bidang kajian dan pengembangan atsiri, baik dalam bentuk penelitian, pengabdian masyarakat maupun action plan pada stakeholder. Akhir tahun 2015 setelah melalui proses seleksi sebagai PUSAT UNGGULAN IPTEK, pada bulan desember mendapatkan SK MenristekDIKTI sebagai PUI Atsiri dengan status dibina. Evaluasi kinerja akan menentukan status selanjutnya apakah layak untuk ditetapkan sebagai PUI Atsiri.PUREAA (Center for Research and Agro-Industry Enterpreunerial Essential) is one of UB’s leading center of science and technology that was established in 2011 by decree of the Chairman of UB LPPM No. 1929 / SK / 2010. Since 2011 PUREAA UB won the grant program Based Competition Institutions (PHKI) theme C, for 3 years, in cooperation with the Regional Government of Blitar to initiate and develop programs in the regions Blitar the Program PRINCESS KENCANA, where the program JAVA ESSENTIAL is one superior product sub-districts in Blitar. PHKI that have major activities ranging GAP (Good Agriculture Practices) is developing quality seeds and crops essential, GMP (Good Manufacturing practices), namely the development of process technology, post-harvest processing plants essential to the GDP (Good Development Practices), which is diversifying its range of products derived essential oil. After PHKI activities ended in 2013, the activities continued in the form of cooperation PUREAA UB with Blitar Local Government and Development research group with the theme Periorangan and Essential. Besides the University of Brawijaya develop a program of layoffs UB, where PUREAA UB research groups including one who won the competition layoffs theme C for 2 years. UB’s 2014 Masterplan Teknopark Essential compiled with BOPTN funds. At the national level, member PUREAA UB is also a member of DAI (Council Atsiri Indonesia), where DAI regularly every year organized a national seminar volatile, training training, and seminars International biennial (2010 in India, 2012 in Bali, 2014 in Kunming China, 2016 in Delhi, India. Members PUREAA active in the committee as well as the speakers in the activities of these activities. in 2015, in line with the reorganization LPPM UB, where PUREAA further endorsed by Decree Rector No: 165/2015, with its main activities in the field research and development of essential, both in the form of research, community service and action plan to stakeholders. the end of 2015 after going through a selection process as CENTRE LEADING science and technology, in the month of December to get SK MenristekDIKTI as Pui essential to the status fostered. the performance evaluation will determine the status of the next whether Pui feasible to set as Essential.PUREAA (Pusat Riset dan Enterpreunerial Agroindustri Atsiri) merupakan salah satu pusat unggulan IPTEK Universitas Brawijaya yang berdiri sejak tahun 2011 melalui SK Ketua LPPM UB No 1929/SK/2010. Sejak tahun 2011 PUREAA UB memenangkan program hibah Kompetisi berbasis Institusi (PHKI) tema C, selama 3 tahun,  bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar untuk mengawal dan mengembangkan program-program unggulan daerah kabupaten Blitar yaitu Program PUTRI KENCANA, dimana program JAVA ATSIRI merupakan salah satu produk unggulan kecamatan di kabupaten Blitar. PHKI tersebut mempunyai aktivitas utama mulai GAP (Good Agriculture Practices) yaitu mengembangkan bibit unggul dan budidaya tanaman atsiri, GMP (Good Manufacturing practices) yaitu pengembangan teknologi proses pengolahan pasca panen tanaman atsiri hingga GDP (Good Development Practices) , yaitu melakukan diversifikasi berbagai produk turunan minyak atsiri.  Setelah Kegiatan PHKI berakhir pada tahun 2013, kegiatan terus berlanjut berupa kerjasama PUREAA UB dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar serta Pengembangan penelitian Periorangan dan grup dengan tema Atsiri. Selain itu Universitas Brawijaya mengembangkan program PHK UB, dimana PUREAA UB termasuk salah satu grup riset yang memenangkan kompetisi PHK tema C selama 2 tahun. Tahun 2014 Universitas Brawijaya menyusun Masterplan Teknopark Atsiri dengan dana BOPTN. Di tingkat nasional, anggota PUREAA UB adalah juga anggota DAI (Dewan Atsiri Indonesia), dimana DAI secara teratur tiap tahun menyelenggarakan seminar nasional atsiri, pelatihan pelatihan, serta mengikuti seminar Internasional dua tahunan (tahun 2010 di India, 2012 di Bali, 2014 di Kunming China, tahun 2016 di Delhi India. Anggota PUREAA aktif dalam kepanitiaan maupun sebagai pemakalah dalam kegiatan kegiatan tersebut. Tahun 2015, sejalan dengan reorganisasi LPPM UB, keberadaan PUREAA disahkan lebih lanjut dengan SK Rektor UB No: 165/2015, dengan kegiatan utamanya di bidang kajian dan pengembangan atsiri, baik dalam bentuk penelitian, pengabdian masyarakat maupun action plan pada stakeholder. Akhir tahun 2015 setelah melalui proses seleksi sebagai PUSAT UNGGULAN IPTEK, pada bulan desember mendapatkan SK MenristekDIKTI sebagai PUI Atsiri dengan status dibina. Evaluasi kinerja akan menentukan status selanjutnya apakah layak untuk ditetapkan sebagai PUI Atsiri.PUREAA (Pusat Riset dan Enterpreunerial Agroindustri Atsiri) merupakan salah satu pusat unggulan IPTEK Universitas Brawijaya yang berdiri sejak tahun 2011 melalui SK Ketua LPPM UB No 1929/SK/2010. Sejak tahun 2011 PUREAA UB memenangkan program hibah Kompetisi berbasis Institusi (PHKI) tema C, selama 3 tahun,  bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar untuk mengawal dan mengembangkan program-program unggulan daerah kabupaten Blitar yaitu Program PUTRI KENCANA, dimana program JAVA ATSIRI merupakan salah satu produk unggulan kecamatan di kabupaten Blitar. PHKI tersebut mempunyai aktivitas utama mulai GAP (Good Agriculture Practices) yaitu mengembangkan bibit unggul dan budidaya tanaman atsiri, GMP (Good Manufacturing practices) yaitu pengembangan teknologi proses pengolahan pasca panen tanaman atsiri hingga GDP (Good Development Practices) , yaitu melakukan diversifikasi berbagai produk turunan minyak atsiri.  Setelah Kegiatan PHKI berakhir pada tahun 2013, kegiatan terus berlanjut berupa kerjasama PUREAA UB dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar serta Pengembangan penelitian Periorangan dan grup dengan tema Atsiri. Selain itu Universitas Brawijaya mengembangkan program PHK UB, dimana PUREAA UB termasuk salah satu grup riset yang memenangkan kompetisi PHK tema C selama 2 tahun. Tahun 2014 Universitas Brawijaya menyusun Masterplan Teknopark Atsiri dengan dana BOPTN. Di tingkat nasional, anggota PUREAA UB adalah juga anggota DAI (Dewan Atsiri Indonesia), dimana DAI secara teratur tiap tahun menyelenggarakan seminar nasional atsiri, pelatihan pelatihan, serta mengikuti seminar Internasional dua tahunan (tahun 2010 di India, 2012 di Bali, 2014 di Kunming China, tahun 2016 di Delhi India. Anggota PUREAA aktif dalam kepanitiaan maupun sebagai pemakalah dalam kegiatan kegiatan tersebut. Tahun 2015, sejalan dengan reorganisasi LPPM UB, keberadaan PUREAA disahkan lebih lanjut dengan SK Rektor UB No: 165/2015, dengan kegiatan utamanya di bidang kajian dan pengembangan atsiri, baik dalam bentuk penelitian, pengabdian masyarakat maupun action plan pada stakeholder. Akhir tahun 2015 setelah melalui proses seleksi sebagai PUSAT UNGGULAN IPTEK, pada bulan desember mendapatkan SK MenristekDIKTI sebagai PUI Atsiri dengan status dibina. Evaluasi kinerja akan menentukan status selanjutnya apakah layak untuk ditetapkan sebagai PUI Atsiri.