INSTITUT ATSIRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Ditulis pada tanggal 21 Januari 2016, oleh admin

PUREAA (Pusat Riset dan Enterpreunerial Agroindustri Atsiri) merupakan salah satu pusat unggulan IPTEK Universitas Brawijaya yang berdiri sejak tahun 2011 melalui SK Ketua LPPM UB No 1929/SK/2010. Sejak tahun 2011 PUREAA UB memenangkan program hibah Kompetisi berbasis Institusi (PHKI) tema C, selama 3 tahun,  bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar untuk mengawal dan mengembangkan program-program unggulan daerah kabupaten Blitar yaitu Program PUTRI KENCANA, dimana program JAVA ATSIRI merupakan salah satu produk unggulan kecamatan di kabupaten Blitar. PHKI tersebut mempunyai aktivitas utama mulai GAP (Good Agriculture Practices) yaitu mengembangkan bibit unggul dan budidaya tanaman atsiri, GMP (Good Manufacturing practices) yaitu pengembangan teknologi proses pengolahan pasca panen tanaman atsiri hingga GDP (Good Development Practices) , yaitu melakukan diversifikasi berbagai produk turunan minyak atsiri.  Setelah Kegiatan PHKI berakhir pada tahun 2013, kegiatan terus berlanjut berupa kerjasama PUREAA UB dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar serta Pengembangan penelitian Periorangan dan grup dengan tema Atsiri. Selain itu Universitas Brawijaya mengembangkan program PHK UB, dimana PUREAA UB termasuk salah satu grup riset yang memenangkan kompetisi PHK tema C selama 2 tahun. Tahun 2014 Universitas Brawijaya menyusun Masterplan Teknopark Atsiri dengan dana BOPTN. Di tingkat nasional, anggota PUREAA UB adalah juga anggota DAI (Dewan Atsiri Indonesia), dimana DAI secara teratur tiap tahun menyelenggarakan seminar nasional atsiri, pelatihan pelatihan, serta mengikuti seminar Internasional dua tahunan (tahun 2010 di India, 2012 di Bali, 2014 di Kunming China, tahun 2016 di Delhi India. Anggota PUREAA aktif dalam kepanitiaan maupun sebagai pemakalah dalam kegiatan kegiatan tersebut. Tahun 2015, sejalan dengan reorganisasi LPPM UB, keberadaan PUREAA disahkan lebih lanjut dengan SK Rektor UB No: 165/2015, dengan kegiatan utamanya di bidang kajian dan pengembangan atsiri, baik dalam bentuk penelitian, pengabdian masyarakat maupun action plan pada stakeholder. Akhir tahun 2015 setelah melalui proses seleksi sebagai PUSAT UNGGULAN IPTEK, pada bulan desember mendapatkan SK MenristekDIKTI sebagai PUI Atsiri dengan status dibina. Evaluasi kinerja akan menentukan status selanjutnya apakah layak untuk ditetapkan sebagai PUI Atsiri.

Back to top