INSTITUT ATSIRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Ditulis pada tanggal 22 Desember 2015, oleh admin, pada kategori Berita

1. Pilih tanaman nilam unggul yang sehat.
2. Ambil eksplan daun muda yang telah mengembang sempurna dan dicuci dengan air mengalir selama 30 menit.
3. Eksplan daun kemudian disterilisasi di dalam laminar air flow (LAF) dengan larutan sterilan 30% yang berbahan aktif 5.25% NaClO selama 15 menit. Sebelum kegiatan kultur dilakukan, LAF disterilisasi dengan sinar UV selama ± 1 jam dan disemprot alkohol.
4. Larutan sterilan dibuang dan eksplan daun dicuci 3 kali dengan air steril, masing-masing selama 5 menit.
5. Daun nilam diambil dan diletakkan dalam cawan petri steril dan dipotong-potong dengan ukuran 0.5 cm kemudian dikultur pada medium induksi tunas yang mengandung zat pengatur tumbuh NAA dan BAP. Tunas mulai terbentuk 2 minggu setelah kultur.
6. Setelah 6 minggu kultur, tunas disubkultur pada medium baru untuk memperbanyak tunas atau disubkultur pada media pemanjangan tunas dan induksi akar yang mengandung zat pengatur tumbuh GA3 dan NAA untuk membentuk plantlet.
7. Plantlet diaklimatisasi pada media tanah.
8. Aklimatisasi dilakukan dengan cara plantlet dikeluarkan dari botol dan dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa media agar yang menempel pada plantlet.
9. Plantlet kemudian ditanam pada baki plastik yang berisi campuran media tanah, arang sekam dan kokopit.
10. Baki plastik yang telah ditanami plantlet ditutup dengan plastik untuk mengurangi penguapan dan ditempatkan dalam ruang teduh.
11. Setelah 2 minggu, penutup plastik dibuka secara bertahap dan apabila plantlet sudah survive/tetap hidup dalam baki plastik tanpa penutup, individu plantlet kemudian dipindahkan pada polibag yang berisi media tanah dan kompos dan siap digunakan sebagai bibit nilam.

Back to top