KEGIATAN PUREAA

  1. Pendidikan : berperan aktif dalam mengembangkan kurikulum  dengan content atsiri di berbagai prodi di UB, antara lain Kimia, Teknik Kimia, Pertanian, Teknologi Pertanian, Informatika. Mengembangkan penelitian berbasis atsiri untuk skripsi mahasiswa.
  2. Penelitian : mengajukan dan melaksanakan usulan usulan penelitian berbasis atsiri,  mempublikasikan dalam seminar dan jurnal nasional dan internasional, oleh anggota anggota PUREAA yang tiap tahun selalu mendapatkan pendanaan memadai. Penelitian kerjasama internasional sedang dirintis dengan pengajuan proposal ke DIKTI dan telah mendapatkan LOA dari Profesor universitas mitra, National Central University (proposal dan LOA terlampir)
  3. Pengabdian masyarakat : bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Blitar, PTPN 12 kebun Bantaran Blitar, memfasilitasi kerjasama Berbagai prodi di UB dengan berbagai mitra untuk memanfaatkan fasilitas lapang di desa Kesamben, berupa nursery atsiri, unit penyuling minyak atsiri, ruang pertemuan.
  4. Mengembangkan dan memelihara sustainability laboratorium lapang atsiri di desa Kesamben kab. Blitar seluas 1.45 HA
  5. Pengembangan SDM : beberapa periset PUREAA telah dan sedang menyelesaikan program doctor dengan penelitian berbasis atsiri. Seorang periset PUREAA telah diterima untuk melaksanakan program doctor di National Central University (NCU) Taiwan dengan full scholarship dan pada saat bersamaan seorang periset PUREAA mengajuka proposal kerjasama riset internasional bermitra dengan NCU (proposal dan LOA terlampir)
  6. Menyusun ROAD MAP kegiatan PUREAA. Road map PUREAA telah selesai disusun tahun 2011 dan masuk dalam Rencana Induk Penelitian Universitas Brawijaya.
  7. Menyusun masterplan teknopark atsiri dengan dana BOPTN Universitas Brawijaya
  8. Berkompetisi di tingkat Nasional untuk mendapatkan status PUI Atsiri
  9. Mengajukan usulan ke Rektorat untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan UB forest seluas 10 HA dari 500 HA luas lahan untuk pengembangan kegiatan berbasis atsiri
  10. Aktif mengawal rencana pengembangan Institut Atsiri dan Fitofarmaka yang telah masuk dalam draft OTK Universitas Brawijaya
  11. Ikut berpartisipasi aktif dalam Dewan Atsiri Indonesia (DAI) di tingkat nasional sebagai wakil ketua, ketua  program penelitian, anggota program pelatihan, ketua dan anggota panitia seminar nasional, pemakalah.
  12. Di tingkat nasional berpartisipasi dalam konferensi internasional atsiri (AAIC) setiap 2 tahun, 2010 diawali di India, 2012 di Bali, 2014 di China, 2016 di India.
  13. Menyiapkan jurnal atsiri  : Indonesian Journal of Essential Oil and Natural Products dibawah bendera DAI, dan dikelola oleh PUREAA UB.

KEGIATAN PUREAA

  1. Pendidikan : berperan aktif dalam mengembangkan kurikulum  dengan content atsiri di berbagai prodi di UB, antara lain Kimia, Teknik Kimia, Pertanian, Teknologi Pertanian, Informatika. Mengembangkan penelitian berbasis atsiri untuk skripsi mahasiswa.
  2. Penelitian : mengajukan dan melaksanakan usulan usulan penelitian berbasis atsiri,  mempublikasikan dalam seminar dan jurnal nasional dan internasional, oleh anggota anggota PUREAA yang tiap tahun selalu mendapatkan pendanaan memadai. Penelitian kerjasama internasional sedang dirintis dengan pengajuan proposal ke DIKTI dan telah mendapatkan LOA dari Profesor universitas mitra, National Central University (proposal dan LOA terlampir)
  3. Pengabdian masyarakat : bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Blitar, PTPN 12 kebun Bantaran Blitar, memfasilitasi kerjasama Berbagai prodi di UB dengan berbagai mitra untuk memanfaatkan fasilitas lapang di desa Kesamben, berupa nursery atsiri, unit penyuling minyak atsiri, ruang pertemuan.
  4. Mengembangkan dan memelihara sustainability laboratorium lapang atsiri di desa Kesamben kab. Blitar seluas 1.45 HA
  5. Pengembangan SDM : beberapa periset PUREAA telah dan sedang menyelesaikan program doctor dengan penelitian berbasis atsiri. Seorang periset PUREAA telah diterima untuk melaksanakan program doctor di National Central University (NCU) Taiwan dengan full scholarship dan pada saat bersamaan seorang periset PUREAA mengajuka proposal kerjasama riset internasional bermitra dengan NCU (proposal dan LOA terlampir)
  6. Menyusun ROAD MAP kegiatan PUREAA. Road map PUREAA telah selesai disusun tahun 2011 dan masuk dalam Rencana Induk Penelitian Universitas Brawijaya.
  7. Menyusun masterplan teknopark atsiri dengan dana BOPTN Universitas Brawijaya
  8. Berkompetisi di tingkat Nasional untuk mendapatkan status PUI Atsiri
  9. Mengajukan usulan ke Rektorat untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan UB forest seluas 10 HA dari 500 HA luas lahan untuk pengembangan kegiatan berbasis atsiri
  10. Aktif mengawal rencana pengembangan Institut Atsiri dan Fitofarmaka yang telah masuk dalam draft OTK Universitas Brawijaya
  11. Ikut berpartisipasi aktif dalam Dewan Atsiri Indonesia (DAI) di tingkat nasional sebagai wakil ketua, ketua  program penelitian, anggota program pelatihan, ketua dan anggota panitia seminar nasional, pemakalah.
  12. Di tingkat nasional berpartisipasi dalam konferensi internasional atsiri (AAIC) setiap 2 tahun, 2010 diawali di India, 2012 di Bali, 2014 di China, 2016 di India.
  13. Menyiapkan jurnal atsiri  : Indonesian Journal of Essential Oil and Natural Products dibawah bendera DAI, dan dikelola oleh PUREAA UB.

KEGIATAN PUREAA

  1. Pendidikan : berperan aktif dalam mengembangkan kurikulum  dengan content atsiri di berbagai prodi di UB, antara lain Kimia, Teknik Kimia, Pertanian, Teknologi Pertanian, Informatika. Mengembangkan penelitian berbasis atsiri untuk skripsi mahasiswa.
  2. Penelitian : mengajukan dan melaksanakan usulan usulan penelitian berbasis atsiri,  mempublikasikan dalam seminar dan jurnal nasional dan internasional, oleh anggota anggota PUREAA yang tiap tahun selalu mendapatkan pendanaan memadai. Penelitian kerjasama internasional sedang dirintis dengan pengajuan proposal ke DIKTI dan telah mendapatkan LOA dari Profesor universitas mitra, National Central University (proposal dan LOA terlampir)
  3. Pengabdian masyarakat : bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Blitar, PTPN 12 kebun Bantaran Blitar, memfasilitasi kerjasama Berbagai prodi di UB dengan berbagai mitra untuk memanfaatkan fasilitas lapang di desa Kesamben, berupa nursery atsiri, unit penyuling minyak atsiri, ruang pertemuan.
  4. Mengembangkan dan memelihara sustainability laboratorium lapang atsiri di desa Kesamben kab. Blitar seluas 1.45 HA
  5. Pengembangan SDM : beberapa periset PUREAA telah dan sedang menyelesaikan program doctor dengan penelitian berbasis atsiri. Seorang periset PUREAA telah diterima untuk melaksanakan program doctor di National Central University (NCU) Taiwan dengan full scholarship dan pada saat bersamaan seorang periset PUREAA mengajuka proposal kerjasama riset internasional bermitra dengan NCU (proposal dan LOA terlampir)
  6. Menyusun ROAD MAP kegiatan PUREAA. Road map PUREAA telah selesai disusun tahun 2011 dan masuk dalam Rencana Induk Penelitian Universitas Brawijaya.
  7. Menyusun masterplan teknopark atsiri dengan dana BOPTN Universitas Brawijaya
  8. Berkompetisi di tingkat Nasional untuk mendapatkan status PUI Atsiri
  9. Mengajukan usulan ke Rektorat untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan UB forest seluas 10 HA dari 500 HA luas lahan untuk pengembangan kegiatan berbasis atsiri
  10. Aktif mengawal rencana pengembangan Institut Atsiri dan Fitofarmaka yang telah masuk dalam draft OTK Universitas Brawijaya
  11. Ikut berpartisipasi aktif dalam Dewan Atsiri Indonesia (DAI) di tingkat nasional sebagai wakil ketua, ketua  program penelitian, anggota program pelatihan, ketua dan anggota panitia seminar nasional, pemakalah.
  12. Di tingkat nasional berpartisipasi dalam konferensi internasional atsiri (AAIC) setiap 2 tahun, 2010 diawali di India, 2012 di Bali, 2014 di China, 2016 di India.
  13. Menyiapkan jurnal atsiri  : Indonesian Journal of Essential Oil and Natural Products dibawah bendera DAI, dan dikelola oleh PUREAA UB.

KEGIATAN PUREAA

  1. Pendidikan : berperan aktif dalam mengembangkan kurikulum  dengan content atsiri di berbagai prodi di UB, antara lain Kimia, Teknik Kimia, Pertanian, Teknologi Pertanian, Informatika. Mengembangkan penelitian berbasis atsiri untuk skripsi mahasiswa.
  2. Penelitian : mengajukan dan melaksanakan usulan usulan penelitian berbasis atsiri,  mempublikasikan dalam seminar dan jurnal nasional dan internasional, oleh anggota anggota PUREAA yang tiap tahun selalu mendapatkan pendanaan memadai. Penelitian kerjasama internasional sedang dirintis dengan pengajuan proposal ke DIKTI dan telah mendapatkan LOA dari Profesor universitas mitra, National Central University (proposal dan LOA terlampir)
  3. Pengabdian masyarakat : bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Blitar, PTPN 12 kebun Bantaran Blitar, memfasilitasi kerjasama Berbagai prodi di UB dengan berbagai mitra untuk memanfaatkan fasilitas lapang di desa Kesamben, berupa nursery atsiri, unit penyuling minyak atsiri, ruang pertemuan.
  4. Mengembangkan dan memelihara sustainability laboratorium lapang atsiri di desa Kesamben kab. Blitar seluas 1.45 HA
  5. Pengembangan SDM : beberapa periset PUREAA telah dan sedang menyelesaikan program doctor dengan penelitian berbasis atsiri. Seorang periset PUREAA telah diterima untuk melaksanakan program doctor di National Central University (NCU) Taiwan dengan full scholarship dan pada saat bersamaan seorang periset PUREAA mengajuka proposal kerjasama riset internasional bermitra dengan NCU (proposal dan LOA terlampir)
  6. Menyusun ROAD MAP kegiatan PUREAA. Road map PUREAA telah selesai disusun tahun 2011 dan masuk dalam Rencana Induk Penelitian Universitas Brawijaya.
  7. Menyusun masterplan teknopark atsiri dengan dana BOPTN Universitas Brawijaya
  8. Berkompetisi di tingkat Nasional untuk mendapatkan status PUI Atsiri
  9. Mengajukan usulan ke Rektorat untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan UB forest seluas 10 HA dari 500 HA luas lahan untuk pengembangan kegiatan berbasis atsiri
  10. Aktif mengawal rencana pengembangan Institut Atsiri dan Fitofarmaka yang telah masuk dalam draft OTK Universitas Brawijaya
  11. Ikut berpartisipasi aktif dalam Dewan Atsiri Indonesia (DAI) di tingkat nasional sebagai wakil ketua, ketua  program penelitian, anggota program pelatihan, ketua dan anggota panitia seminar nasional, pemakalah.
  12. Di tingkat nasional berpartisipasi dalam konferensi internasional atsiri (AAIC) setiap 2 tahun, 2010 diawali di India, 2012 di Bali, 2014 di China, 2016 di India.
  13. Menyiapkan jurnal atsiri  : Indonesian Journal of Essential Oil and Natural Products dibawah bendera DAI, dan dikelola oleh PUREAA UB.